Kasus penyakit umum saat ini dan cara penanganannya

BURUNG MAKAN BULU SENDIRI Ada beberapa kemungkinan burung matukin bulu sendiri. Perilaku mematuki bulu sendiri ada yang normal dan tidak normal.

Pencegahan Agar burung tidak sakit

“Lebih baik mencegah daripada mengobati” .

Ciri - ciri burung Sakit

Sebagian besar penyebab kematian burung, menurut Drh Dharmojono, langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh malnutrisi (kekuranglengkapan gizi) dan stres.

Cara merawat burung Pleci agar rajin mengeluarkan suara isiiannya

Pleci termasuk jenis burung yang cerdas dan pandai meniru suara kicauan burung lainnya.

Burung Tiba - tiba lumpuh

Saat ini banyak ditemui kasus burung tiba-tiba seperti lumpuh, lemah tidak bertenaga dan hanya nyekukruk di dasar sangkar, meski kalau diberi makan dia masih mau menyantapnya.

Monday, March 27, 2017

Buah mengkudu mendongkrak stamina burung ciblek

Pemberian buah tertentu bisa membuat burung kicauan memiliki stamina bagus sehingga rajin berkicau. Salah satu jenis buah yang sedang ramai dibicarakan adalah mengkudu, terutama untuk burung ciblek. Ya, buah mengkudu dapat  mendongkrak stamina burung ciblek.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, dunia kicaumania kembali diramaikan dengan efek buah mengkudu yang diyakini bisa menambah stamina burung ciblek, terutama untuk burung yang sering dilombakan.



Buah mengkudu atau cangkudu (bahasa Sunda); kemudu / kudu (Jawa); kodhuk (Madura); tibah (Bali), adalah jenis tanaman obat yang termasuk anggota keluarga Rubiaceae. Tanaman yang bisa mencapai tinggi 3-8 meter ini banyak tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut (dpl).
Buahnya merupakan buah majemuk. Jika masih muda, warnanya hijau mengkilap dengan totol-totol. Jika sudah tua akan berubah warna menjadi putih berbintik hitam.
Buah mengkudu memiliki beberapa khasiat, misalnya meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi peradangan dan antialergi, membunuh bakteri penyebab infeksi, dan meningkatkan efisiensi metabolisme tubuh. Khasiat-khasiat ini tidak terlepas dari kandungan nutrisi yang terdapat di dalam buahnya.
Sebelum popular diberikan kepada burung kicauan seperti ciblek, buah mengkudu sudah sering digunakan sebagai salah satu bahan penyusun ransum unggas. Para penggemar burung pun meyakini pemberian buah mengkudu pada burung ciblek bisa menambah stamina sehingga ciblek tidak pernah gembos saat dilombakan.
Berikut ini cara pengolahan buah mengkudu untuk burung ciblek di rumah:
  • Buah mengkudu dipilih yang sudah matang atau jatuh dari pohonnya.
  • Buah dibersihkan dengan air bersih.
  • Masukkan buah mengkudu ke dalam panci yang sudah diisi air bersih, lalu rebus hingga matang.
  • Setelah buah tampak lembek dan menyatu dengan air, angkat dan saring air rebusan mengkudu menggunakan saringan.
  • Setelah dingin, air rebusan buah mengkudu siap diberikan kepada burung ciblek.
Perlu diperhatikan, sebaiknya pemberian air rebusan mengkudu tidak menggantikan air bersih sebagai air minumnya. Selain itu, terapi air mengkudu diberikan seperlunya saja, atau beberapa kali dalam seminggu.

khasiat bawang putih untuk burung kicauan

Bawang putih ternyata mempunyai banyak manfaat bagi burung kicauan. Dengan pemberian yang tepat dan tak berlebihan, bawang putih bisa menjadi media penyembuhan maupun pencegahan dari berbagai penyakit pada burung kicauan. Berikut ini beberapa khasiat bawang putih untuk burung kicauan.

Belum banyak kicaumania yang memahami apa khasiat bawang putih jika diberikan kepada burung kicauan. Sebenarnya bawang putih sering digunakan pada burung merpati, perkutut, derkuku, dan puter, terutama untuk menghangatkan tubuh pada musim hujan.

Jika dibiarkan begitu saja, bawang putih tidak akan berbau. Namun ketika ditumbuk, Anda bisa langsung mencium baunya yang khas dan menyengat. Bau itu muncul karena zat alin pada bawang putih mengalami kontak dengan enzim alinase, lalu terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat.
Bau menyengat alisin disebabkan kandungan zat belerang. Aroma bawang putih ini akan makin menyengat jika zat belerang (sulfur) yang terdapat dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara. Sebab ammonia merupakan zat yang mudah menguap. Nah, kandungan senyawa alisin itulah yang memiliki sifat obat alias memiliki efek menyembuhkan.
Beberapa manfaat bawang putih untuk burung kicauan

Berikut ini beberapa manfaat bawang putih untuk burung kicauan:
1. Bersifat antibakteri
Beberapa penelitian mengungkapkan, zat alisin yang terkandung dalam satu siung bawang putih memiliki sifat antibakteri, termasuk bakteri-bakteri dari kelompok Escherichia, Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus, Klebsiella, Proteus, Bacillus, dan Clostridium.
Karena punya sifat antibakteri inilah, bawang putih bisa mengobati burung kicauan yang mengalami gangguan pencernaan yang disebabkan bakteri.
2. Bersifat antijamur
Bawang putih juga memiliki efek antijamu yang kuat dan bisa menghambat pembentukan mikotoksin seperti aflatoksin dari parasit aspergillus (Aspergillus parasiticus). Jadi, bawang putih dapat mencegah aneka penyakit yang disebabkan jamur.
3. Bersifat antiparasit
Bawang putih sudah lama digunakan sebagai obat cacing, karena memiliki efek antiparasit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa alisin cukup efektif melawan beberapa jenis parasit yang biasa menyerang burung peliharaan.
4. Bersifat antivirus
Alisin yang terkandung dalam bawang putih pun bisa berfungsi sebagai antivirus yang mampu mencegah burung terinfeksi dari serangan virus, baik yang berasal dari burung liar, lingkungan kotor, dan air minum yang terinfeksi.
5. Mengobati flu dan pilek
Bawang putih cukup efektif melawan berbagai virus yang menyebabkan flu dan pilek terutama pada musim pancaroba, atau selama musim hujan.
6. Menghangatkan tubuh
Bawang putih sudah lama dikenal sebagai bahan yang bisa membantu menghangatkan tubuh burung, terutama pada musim hujan.
7. Mengobati luka
Bwang putih juga berkhasiat menyembuhkan luka pada burung kicauan. Bahkan bawang putih sering digunakan dalam terapi dalam menumbuhkan bulu sayap dan ekor murai batu yang sulit tumbuh.
Masih banyak khasiat  bawang putih yang semuanya mampu mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit pada burung, baiik yang disebabkan oleh bakteri, parasit, virus, maupun jamur.
Cara pemberian bawang putih pada burung
Para penggemar burung di mancanegara biasanya memberikan bawang putih kepada burung kenari, finch, merpati, hingga perkutut, dalam bentuk cair atau jus.
Berikut ini cara membuat jus bawang putih:
  • Ambil beberapa siung bawang putih segar, kemudian ditumbuk lalu dicuci dengan air bersih.
  • Setelah itu, campurkan ke dalam 1 gelas air panas/hangat.
  • Biarkan selama beberapa menit sampai ekstrak bawang putih bercampur merata.
  • Setelah itu disaring dan disimpan dalam gelas / tempat air minum burung.
  • Setelah dingin, berikan kepada kepada burung sebagai air minumnya.
Adapun cara yang biasa dilakukan para penggemar burung di Indonesia adalah memotong bawang putih dalam bentuk kecil-kecil, lalu dilolohkan langsung kepada burung peliharaannya.
Cara ini sering digunakan untuk burung dari keluarga merpati-merpatian, seperti merpati, perkutut, derkuku, dan puter. Burung-burung dari keluarga merpati-merpatian lebih mudah beradaptasi dengan manusia, sehingga meloloh burung yang sudah dewasa pun tak menjadi halangan.
Lain halnya jika cara ini diterapkan pada burung kicauan. Salah memegang burung pun bisa membuat burung tersedak dan mati. Karena itu, cara kedua hanya dianjurkan untuk burung yang sudah jinak, dan Anda tahu cara memegang burung yang benar.
Lebih baik jika menggunakan cara pertama, atau alternatif lain seperti memasukkan potongan bawang putih ke bagian perut jangkrik.
Semoga bermanfaat.

mencegah dan mengatasi gigitan nyamuk pada kenari

Kenari termasuk salah satu jenis burung kicauan yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Pasalnya kenari mudah sekali bunyi dan mudah pula dalam perawatannya. Tetapi kenari juga dikenal sensitif dan sering mengalami masalah terutama pada kaki-kakinya. Satu gigitan nyamuk saja bisa membuat kakinya bengkak. Berikut ini tips mencegah dan mengatasi gigitan nyamuk pada kenari.
Gangguan terhadap burung peliharaan tidak hanya datang dari hewan-hewan seperti kucing, tikus, atau ular, tetapi juga serangga seperti nyamuk. Serangga ini mudah masuk ke dalam sangkar, lantas menggigit bagian tubuh burung yang tidak terlindungi bulu, misalnya kaki.
Umumnya gigitan nyamuk tidak menimbulkan risiko berat terhadap burung. Tetapi dalam berbagai kasus, muncul bintik-bintik merah pada kaki kenari. Tidak lama kemudian, kaki akan membengkak sehingga sangat mengganggu aktivitas kesehariannya.
Pada musim kemarau yang berkepanjangan seperti saat ini, populasi nyamuk meningkat pesat. Hal ini dikarenakan banyaknya genangan air di sungai atau selokan yang tidak mengalir, sehingga nyamuk bertelur di tempat tersebut.

Selain menyerang manusia, nyamuk juga sering menyerang burung peliharaan. Mereka beraksi saat burung sedang beristirahat di malam hari. Saat istirahat, terutama tidur, burung akan menekukkan kepala ke belakang, kemudian mengembangkan bulu-bulunya untuk mengatur panas sekaligus melindunginya dari udara dingin. Hawa panas yang keluar dari tubuhnya itulah yang bisa mengundang kedatangan nyamuk ke dalam sangkar.
Untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam sangkar, maka tindakan pengerodongan wajib dilakukan, terutama kalau memang banyak nyamuk di lingkungan sekitarnya. Gunakan kain kerodong yang sesuai dengan ukuran sangkarnya, sehingga kain bisa sepenuhnya menutupi sangkar. Pastikan menutupi bagian atas sangkar agar tidak ada celah yang memungkinkan nyamuk masuk ke dalamnya.
Hindari penggunaan bahan kimia untuk mengusir nyamuk di dalam ruangan / kamar tempat menyimpan burung. Menggunakan obat nyamuk bakar maupun semprot di dekat sangkar justru membuat burung bisa keracunan dan mengganggu kesehatannya.
Jika pada kaki kenari muncul bintik merah akibat digigit nyamuk, pengobatan ringan bisa segera diberikan sebelum bintik tersebut membesar atau membengkak. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara mengoleskan minyak kayu putih atau minyak tawon pada bagian kaki yang terkena.
Namun kalau kaki kenari terlanjur bengkak, sehingga mengganggu penampilan dan aktivitasnya, maka pengobatan yang efektif adalah dengan mengoleskan BirdCream di sekitar kaki bengkak tersebut. Penggunaan BirdCream sangat dianjurkan, mengingat bengkak pada kaki kenari bisa menjadi masalah lebih besar jika dibiarkan.
Semoga bermanfaat....

Waspadai guratan merah di kaki burung kenari

Banyak keluhan dari penghobi burung, khususnya kenari, mengenai burung sakit yang diawali dengan adanya tanda guratan merah di kaki, khususnya pada betis dan buku-buku jari kaki. Hal itu merupakan pertanda terjadinya infeksi yang harus segera ditangani agar tidak menjalar dan menyebabkan kondisi sakit kronis atau bahkan kematian pada burung.

Infeksi bisa disebabkan oleh serangan jamur, luka gores akibat jeruji atau bagian lain dari sangkar dan asesorisnya yang tajam, dan bisa juga karena gigitan nyamuk.

Kita, para penghobi burung, biasanya tidak menyadari adanya luka kecil di kaki kenari yang menjadi penyebab infeksi atau masuknya mikroba penyebab burung sakit. Kita sadar adanya infeksi biasanya setelah kaki bengkak atau guratan merah sudah menjalar dari buku-buku kaki kenari menuju betis dan biasanya malah sudah sampai pada bagian paha.

Drh HM Hayat Taufik Junaidi menjelaskan, jika guratan merah pada kaki kenari sudah terlihat menjalar di beberapa tempat, hal itu menandakan infeksi sudah menyebar. “Sayangnya, kondisi itu baru disadari setelah terlambat,” katanya.
Jika hal itu baru diketahui setelah menjalar, penanganannya menjadi relatif sulit. Sebagian besar burung yang sudah menunjukkan gejala sakit seperti itu, akan sulit tertolong. Atau jika bisa disembuhkan dengan antibiotik, kondisinya sudah invalid (cacat).
langkah terbaik bagi para penghobi burung adalah melakukan pencegahan sebelum terlambat. Misalnya, selalu memperhatikan kondisi burung secara menyeluruh, dan segera mengambil tindakan jika ada tanda-tanda mencurigakan.
Gigitan nyamuk yang relatfi baru, biasanya bisa segera diatasi dengan antibiotik oles seperti BirdCream misalnya. Gigitan nyamuk itu sendiri sebenarnya hanya faktor antara bagi terjadinya infeksi. Gigitan nyamuk sekadar menjadikan burung merasa gatal. Namun ketika kenari yang merasa gatal tersebut sesekali mematuk kaki yang gatal, hal itu menyebabkan terjadinya luka yang menjadi sarana masuknya mikroba ke dalam tubuh burung.
Hal yang lebih berbahaya, menurut Drh Hayat Taufik, adalah jika patukan-patukan burung ke arah bagian tubuh yang gatal itu mengenai bagian syaraf atau menyebabkan mampetnya aliran darah, maka akan timbul gangguan yang lebih serius, ditandai dengan adanya guratan merah yang terus memanjang atau menjalar.
Untuk membantu mengatasi infeksi luar yang menjalar, selain perlu digunakan antibiotik oles, perlu dibarengi dengan pemberian antibiotik oral/ di minuman/ di makanan seperti BirdBlown misalnya. Meski demikian, jika kondisi infeksi sudah meluas, harapan bagi kesembuhan si burung sangatlah kecil.
Untuk mencegah terjadinya kondisi itu pada burung, khususnya kenari, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Pastikan setiap malam atau dalam kondisi ruangan gelap, burung ditempatkan pada sangkar yang dikerodong rapat dengan kerodong tipis/ transparan.
2. Pastikan tidak ada bagian tajam di sangkar burung, terlebih lagi jeruji di bagian dasar sangkar. Hal yang kurang diperhartikan adalah wadah pakan atau minuman di mana burung suka sekali nangkring di atasnya ketika makan/minum. Wadah pakan yang bersisi tajam bisa melukai telapak kaki burung yang menjadi lantaran terjadinya infeksi. Karena posisi telapak tidak bisa dipantau setiap saat, pastikan saja Anda menggunakan wadah pakan yang didingnya atasnya benar-benar tidak tajam.
3. Selalu mengontrol semua bagian tubuh burung setiap harinya meski hanya dilakukan melalui pengamatan tanpa perlu dipegang.
4. Segera bertindak begitu terlihat adanya gejala, misalnya perilaku burung yang selalu mematuk kaki atau burung terlihat tidak nyaman ketika di tenggeran dll.
Semoga bermanfaat.

Friday, March 24, 2017

BURUNG TERKENA SNOT


Gejala dan tanda-tandanya sebagai berikut:
– Mata Love Bird berair dan seperti selalu menangis.
– Burung yang sakit selalu menggosok-gosokkan matanya ke tangkringan.
– Mata membengkak dan memerah disekitar kelopak mata bagian luar.
– Kotoran (feses) berwarna tidak normal, putih encer dan berbau tidak sedap.
– Nafsu makan turun drastis. Sehingga burung kurus, lemah dan selalu mengantuk.
– Dalam dua minggu, burung burung yang sakit tersebut mati.
Penyebab
1. Kandang yang tidak bersih.
2. Sirkulasi udara yang buruk.
3. Penggunaan obat antibiotika yang tidak tepat.
Solusi yang kita berikan adalah:
a. Selalu bersihkan kandang secara rutin dan berkala.
b. Semprot kandang dan semua ornamen kandang dengan disinfektan seperti FreshAves.
c. Perkuat daya tahan tubuh burung (imum) dengan pemberian multivitamin dan multimineral yang bermutu baik, seperti BirdVit.
d. Untuk burung yang sakit, segera obati dengan obat StopSnot.
Penggunaan StopSnot dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan pada brosur. Selama pengobatan, burung ditempatkan di sangkar yang diberi lampu sebagai penghangat. Selain itu, sehari sekali, bagian yang bengkak diusap-usap perlahan dengan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat.
Semoga bermanfaat...

BURUNG TIBA-TIBA LUMPUH


Saat ini banyak ditemui kasus burung tiba-tiba seperti lumpuh, lemah tidak bertenaga dan hanya nyekukruk di dasar sangkar, meski kalau diberi makan dia masih mau menyantapnya.
Kalau kondisi seperti ini, biasanya antibiotik tidak bisa membantu. Burung seperti itu pada awalnya bukan disebabkan terkena serangan mikroba dan karenanya tidak memerlukan antibiotik untuk pengobatannya.
Hal seperti itu umumnya disebabkan burung kekurangan asupan mineral, khususnya kalsium. Kekurangan salah satu mineral akan membuat burung ngerdop karena tanpa mineral yang cukup, maka vitamin dan makanan lain tidak akan terolah dengan baik di dalam sistem pencernaan dan metabolisme burung.
Ketika burung kondisi ngedrop, maka muncullah anemia. Burung sangat lemas tidak bertenaga.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasi anemianya dengan memberikan vitamin B12. Karena tidak ada preparat tunggal B12, Om bisa memberikan vitamin B complex atau multivitamin lainnya dengan kandungan B12 yang besar.
Pada saat yang sama, burung harus tetap mendapatkan asupan makanan yang baik. Hanya saja, selama sistem pencernaannya belum berfungsi normal, akan sulit bagi dia mendapatkan energi yang cukup untuk bertahan hidup.
Jika burung masih mau makan dan dia adalah pemakan serangga, berikan saja kroto dengan ditaburi multivitamin, misalnya BirdVit. Multivitamin yang dilarutkan ke air dan berharap burung mau meminumnya adalah pekerjaan yang sia-sia karena yang terminum hanya sedikit.

PERHATIAN:
Usahakan pemberian apapun supaya masuk ke dalam pencernaan burung tidak dengan cara dipegang. Sebab, burung dalam kondisi drop, jika dipegang akan seperti tersentak karena tidak punya labirin dan hal ini bisa menyebabkan kematian.
Drh Jatrmiko Jogja pernah mengatakan kepada saya, untuk memberi asupan pakan burung seperti ini usahakan dengan menggunakan injeksi yang ujungnya diganti dengan selang kecil. Tetes-teteskan apa yang kita harapkan dikonsumsi burung itu di atas paruh dengan harapan ada bagian yang masuk ke mulut burung dan terminum.
Repot memang, tetapi itulah cara terbaik yang pernah disarankan dokter hewan.
Drh Dharmojono, konsultan perburungan di majalah Infovet pernah menulis, burung dalam kondisi sakit, jika tertekan di bagian dada bisa langsung tersedak dan mati di tangan kita.

KAKI BERKERAK, BENGKAK KENA CACAR

Benjolan seperti daging tumbuh, baik besar atau kecil, kasar (berkeropeng) maupun halus, sering kita jumpai pada bagian tubuh burung dan merpati. Kalau Anda menemui hal seperti, baik di ruas kaki, muka, dekat paruh, dan beberapa bagian lain yang terbuka, atau bahkan di dalam mulut burung, tidak perlu panik meski harus segera melakukan tindakan pengobatan.
Pada burung kenari misalnya, sering tumbuh daging sebesar jewawut di sekitar paruh dan atau sekitar matanya. Pada burung merpati misalnya, sering kita jumpai bejolan daging tumbuh di dekat dubur, di sekitar paruh bahkan di dalam mulutnya.
Cacar
Untuk benjolan kecil seperti yang tumbuh pada burung kenari, itulah yang sering disebut pox (cacar burung). Karena tumbuh di kenari, maka disebut canary pox. Kalau dia tumbuh pada burung merpati, disebut pigeon pox. Gejala lain yang muncul bisa berupa kutil di sudut mulut dan kaki, tetapi paling fatal akibatnya adalah jika tumbuh di saluran pernafasan (dipteri).
Penyakit ini disebabkan oleh virus cacar (avian poxvirus).
Untuk mengatasi hal ini, bisa dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Karena canary pox disebabkan oleh virus dan dapat ditularkan oleh nyamuk, maka kurungan perlu diselimuti dan diisolasi.
2. Untuk mengantisipasi infeksi sekunder, olesi benjolan-benjolan tersebut dengan BirdCream sehari sekali selama sepakan.
Tumor
Ada juga benjolan, bahkan bisa berada di dalam mulut, yang bukan disebabkan oleh cacar, tetapi oleh adanya papilomatosis atau tumor tidak ganas pada kulit. Pada kasus lain, bisa jadi itu disebabkan oleh adanya infeksi sejenis jamur yang disebut Candida albicans.
Potongan hasil operasi papilomatosis. Foto dari www.myoops.org.
Dalam kasus-kasus tersebut, perlu dilakukan:
1. Bagian yang mati atau membusuk dipotong (hati-hati apabila ada pendarahan), kemudian ditotol-totol dengan BirdCream. Lakukan pengolesan setiap hari sampai sembuh.
2. Berikan obat BirdBlown 
3. Burung sebaiknya dipisahkan untuk keperluan perawatan dan pemberian pakan bergizi baik, dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Jika burung kesulitan makan, maka pakan bisa kita lolohkan.
Candida Albicans
Seperti disebutkan di atas, infeksi pada mulut atau juga saluran pencernaan lain hingga sampai dubur, bisa disebabkan oleh adanya infeksi Candida Albicans. Candida albicans adalah jamur yang biasa tumbuh pada lingkungan yang memungkinkan dan pada burung bisa mempengaruhi saluran pencernaan.
Saluran pencernaan, daerah rawan serangan candida albicans.
Seperti disebutkan dalam pethealthna.lifelearn.com, hal itu merupakan penyebab umum dari apa yang disebut “sour crop” atau “crop infection” (ingluvitis), terutama pada burung muda. Penyebaran bisa melalui burung dewasa, air, lingkungan yang terkontaminasi dan tangan manusia yang memberikan pakan. Bahkan pemelihara burung, bisa sudah terinfeksi jamur ini, yang dikenal sebagai infeksi ragi atau jamur.
Candida dapat menjadi penyebab primer atau sekunder dari terjadinya infeksi. Candida dalam jumlah kecil, biasanya dianggap sebagai penghuni umum/normal pada saluran pencernaan burung. Gangguan atau ketidakseimbangan populasi bakteri di saluran pencernaan bisa menyebabkan pertumbuhan cepat dari Candida.
Menangani infeksi candida dapat digunakan obat antijamur. Atau lakukan pengobatan dengan mycostatin. Namun demikian akan labih baik jika hal itu dilakukan pula dengan melakukan sanitasi memakai FreshAves, menjaga kebersihan kebersihan makanan dan lingkungan burung Anda.
Semoga bermanfaat...

KASUS PENYAKIT UMUM SAAT INI DAN CARA PENANGANANNYA

BURUNG MAKAN BULU SENDIRI


Ada beberapa kemungkinan burung matukin bulu sendiri.
Perilaku mematuki bulu sendiri ada yang normal dan tidak normal.
1. Perilaku yang normal biasanya dilakukan sehabis mandi atau ketika burung ingin mandi dalam rangka berhias diri dan merapikan bulu-bulunya. Bulu yang tidak sehat atau patah-patah biasanya secara naluriah akan dibuang burung dengan cara mencabutnya.
2. Perilaku yang tidak normal. Hal ini akan menyebabkan burung botak-botak karena berlebihan. Hal ini disebabkan banyak kemungkinan.
a. Anda menempatkan burung barangkali di tempat yang terlalu kering udaranya. Cobalah dua hari sekali terutama pada waktu udara panas, burung disirami air bersih dengan menggunakan hand sprayer. Semprotkanlah pada burung dan sekitar kurungannya, tetapi jangan sampai burung ketakutan. Jadi penyemprotan dilakukan pelan-pelan dengan semprotan halus seakan-akan air hujan sepoi-sepoi basah.
b. Mungkin burung tersebut kekurangan suatu macam vitamin dan mineral, juga mineral oil. Pemberian vitamin dapat dilakukan dengan memasukkan ke dalam pakan atau air minum burung tergantung bentuk vitamin dan mineral yang diberikan.
c. Mungkin karena adanya ektoparasit, yaitu kutu mite dan flea. Untuk mengatasinya coba semprot dengan hati-hati menggunakan insketisida yang bahan aktifnya pyrethrine.
d. Barangkali kandang kurang ventilasi dan sinar matahari. Upayakan untuk memperbaiki ventilasi dan pemasukan sinar ultarviolet.
Nah itu adalah jawaban seorang dokter hewan. Kalau saran saya, untuk vitamin dan mineralnya ya tentu saya sarankan BirdVit, atau BirdVina (produk baru Om Kicau yang belum dilaunching secara luas tetapi sudah terbukti dan teruji di lapangan).
BirdVina merupakan cairan yang berisis semua vitamin yang dibutuhkan burung sekaligus trace mineral.
Mengapa saya menyarankan produk itu?
1. Karena saya tahu persis kandungannya dan tidak menyebut produk lain karena saya tidak tahu kandungan persisnya.
2.Untuk obat semprot kutu dan ekstoparasit lainnya saya menyarankan menggunakan Fresh Aves. Mengapa? Karena kandungan zat aktif FreshAves adalah permethrine, yakni salah satu keluarga dari senyawa kimia pyrethrine (permethrine, it belongs to the family of synthetic chemicals called pyrethroids… wikipedia).
Catatan: Lakukan keseluruhan cara mengatasi persoalan bulu pada LB Anda (soal penempatan kandang, semprot, pemberian vitamin-mineral dan pembasmian kutu dll) secara simultan. Dengan demikian bisa diharapkan hasil yang maksimal.

PENCEGAHAN AGAR BURUNG TIDAK SAKIT

“Lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah ungkapan yang juga berlaku di dalam dunia kesehatan burung. tJngkapan itu menjadi penting karena pengobatan pada burung lebih sulit daripada mamalia. Hal ini berkaitan dengan masih jarangnya penelitian mengenai kesehatan burung, terutama untuk burung liar, sehingga belum dapat ditentukan jenis obat yang cocok dan dosis yang tepat bagi setiap jenis burung. Oleh karena itu, ketentuan untuk pengobatan burung masih menggunakan ukuran standar yang berlaku pada ayam, yang proporsinya cukup berbeda dengan burung-burung peliharaan yang umumnya berasal dari alam liar. Secara umum, beberapa hal berikut perlu diperhatikan dalam perawatan dan kesehatan burung.

1. Burung harus dijauhkan dari kondisi-kondisi penyebab stres, misalnya populasi yang terlalu padat di dalam sangkar atau kemungkinan ada burung yang terlalu dominan.
2. Sangkar dijaga supaya tikus dan burung gereja tidak sampai masuk ke dalamnya. Oleh karena itu, ukuran kawat sangkar harus cukup rapat, spasi tidak lebih dari 2 cm.
3. Burung harus dihindarkan dari kondisi alam atau cuaca yang terlalu ekstrem, seperti kepanasan atau kedinginan.
4. Suplemen vitamin dan mineral harus diberikan secara teratur pada pakannya.
5. Kebersihan sangkar serta tempat pakan dan minum harus selalu terjaga.
6. Pakan yang diberikan harus dalam kondisi baik.
7. Kondisi burung diperiksa sekurang-kurangnya dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

JENIS-JENIS CACING PENGGANGGU BURUNG

Berbagai jenis cacing beserta akibat yang ditimbulkannya sering kali ditemukan di dalam tubuh burung. Di antaranya yang banyak dijumpai adalah cacing tenggorokan (Syngamus trachea), cacing rambut (Capillaria sp.), cacing gelang (Ascaridia sp.), dan cacing pita (Cestoda).

1) Cacing tenggorokan
Gejala: Burung tampak batuk-batuk, bersin, dan menggoyang-goyangkan kepala sambil menghilangkan lendir yang keluar dari lubang hidungnya.
Penyebab: Penyakit ini disebabkan parasit cacing tenggorokan. Cacing ini hidup di daerah tenggorokan yang dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan kematian.
2) Cacing rambut
Gejala: Tidak ada gejala yang khas. Gejala yang tampak hanyalah burung menderita diare. Namun, jika seekor burung terkena maka akan menjalar dengan cepat kepada seluruh penghuni sangkar tersebut sampai akhir-nya dapat mematikan seluruh isi sangkar tersebut.
Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh serangan cacing rambut. Infeksi cacing dapat melalui pakan, minuman, dan tanah yang tercemar oleh telur cacing. Di dalam tubuh inang, cacing hidup pada selaput mukosa usus yang menyerap sari makan melalui darah burung yang dihisapnya.
3) Cacing gelang
Gejala: Serangan cacing ini tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibat serangan cacing ini dapat menimbulkan penyakit kurang darah (anemia) dan keracunannya pada burung inang oleh ekskresi buangan dari parasit. Demikian juga kebiasaan cacing ini menggerombol pada satu tempat dapat menyebabkan tersumbatnya usus sehingga berakibat burung inang mati.
Penyebab: Cacing gelang menjadi penyebab sakitnya burung-burung dari suku paruh bengkok, merpati, dan unggas.
Tanah yang terinfeksi cacing dapat dikeduk bagian atasnya kemudian diberikan kapur pertanian serta disemprot dengan larutan desinfektan, seperti FreshAves.
4) Cacing pita
Gejala: Cestodiosis dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing pita, se-perti Davainea proglottina, Raillietina sp., Amoebotaenia sphenoides, dan Choanotaenia infundibulum. Gejala umum yang tampak pada burung yang terserang cestodiosis adalah lesu, pucat, kurus, anoreksia (tidak mau makan), sedikit diare. Cestodiosis davainea dapat menye-babkan burung tampak selalu membuka paruhnya seperti kehausan, sedangkan cestodiosis raillietina dapat menyebabkan bulu burung men-jadi kasar.
Penyebab penyakit ini adalah cacing pita. Cacing pita yang terpendek adalah Davainea proglottina (0,5 mm—3 mm) dan yang terpanjang adalah Raillietina tetragona dan R. echinobothrida (25 cm).
Selain pengobatan terhadap cacing, upaya pencegahan juga perlu dilakukan. Hewan perantaranya yaitu lalat dan siput darat perlu dibasmi. Hewan ini dapat menularkan telur-telur cacing yang dimakan pada inangnya, yaitu unggas dan burung.